NATO Tewaskan 11 Sipil Afghanistan

 

Sunday, 10 August 2008

KABUL (SINDO) – Pemerintah Afghanistan kemarin melaporkan, sedikitnya 11 warga sipil tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka setelah pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Sabtu (9/8) lalu melancarkan serangan udara di Desa Juibar, Tagab,Provinsi Kapisa.

Pascaserangan udara tersebut, Pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat (AS) dan milisi terlibat baku tembak. Selain itu,bentrokan antara pasukan NATO dengan kelompok perlawanan tersebut menyebabkan empat rumah hancur.

Juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS membenarkan adanya serangan udara di wilayah tersebut. Serangan itu dilancarkan untuk memburu anggota kelompok perlawanan Taliban di wilayah tersebut. “Menurut sebuah laporan, para milisi sedang melakukan pertemuan di desa tersebut.

Sementara itu, sejumlah tentara asing sedang mengepung wilayah tersebut,” ungkap Rahimullah Safi,Wakil Gubernur Kapisa. “Pertempuran terjadi di daerah itu kemudian beberapa helikopter dan jet tempur datang,” tuturnya. Kematian warga sipil tersebut semakin menambah jumlah korban tewas dalam beberapa tahun terakhir sejak invasi NATO ke Afghanistan untuk menggulingkan Pemerintah Taliban pada 2001 lalu.

Insiden tersebut semakin menciptakan situasi sensitif antara NATO dan Pemerintah Afghanistan. Sebelumnya, Presiden Afghanistan Hamid Karzai bersama ASdanNATO berjanjiakan menghindari jatuhnya korban dari warga sipil tak bersalah. Namun, pejabat militer setempat mengecam kelompok perlawanan yang sering bersembunyi di kawasan sipil.

Tagab berada sekitar 90 km timur laut Ibu Kota Kabul dan terletak di timur pangkalan tempur Bagram.Wilayah tersebut sering menjadi sasaran operasi militer yang dipimpin AS di Afghanistan. Koalisi pasukan AS dan NATO sering terlibat baku tembak dengan orang-orang yang dicurigai sebagai milisi Taliban di Kapisa dalam beberapa bulan terakhir ini.Beberapa waktu lalu,pejabat di daerah tersebut melayangkan sejumlah komplain atas operasi yang sering menewaskan warga sipil.

Sementara itu, sedikitnya lima warga sipil tewas dan tiga lainnya terluka setelah kendaraan yang ditumpanginya kemarin meledak di Zharey, Provinsi Kandahar. Le-dakan terjadi lantaran kendaraan tersebut menginjak ranjau yang baru saja ditanam. Kepala Polisi setempat Bismillah Khan menuduh kelompok Taliban berada di belakang insiden tersebut. Khan menambahkan, para korban tersebut merupakan para petani yang melakukan perjalanan untuk memanen anggur.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Kanada menyatakan, salah satu tentaranya ikut tewas ketika milisi menyerang iringiringan pasukan NATO di Zharey, Afghanistan selatan. Tentara tersebut merupakan korban ke-89 bagi militer Kanada sejak Kanada memulai misi di Afghanistan pada 2002 lalu. Korban tersebut tewas ketika dilarikan ke rumah sakit militer di Kandahar. (AFP/AP/Rtr/m ismail)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/international/nato-tewaskan-11-sipil-afghanistan-2.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: