Tujuh Warga Tewas Keracunan

 

Monday, 11 August 2008

MUARADUA(SINDO) – Tujuh orang tewas dan belasan lainnya kritis setelah menyantap makanan ringan di kediaman Adis Sukendar,50,warga Desa Penantian,Simpang Merbau, Banding Agung, OKU Selatan,kemarin.

Belum diketahui secara pasti penyebab tewasnya ketujuh warga tersebut. Namun,menurut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) OKU Selatan AKBP Mukhlis SIk, dugaan sementara tewasnya ketujuh warga disebabkan keracunan makanan.”Penyebab pastinya masih kita selidiki,”ujar dia kemarin.

Mukhlis menjelaskan, ketujuh warga yang tewas adalah Hendi Saputra 20,warga Banding Agung; Selamat Suratin,35; Widia Astuti,12; Eko Triono, 11,ketiganya warga Desa Merbau. Selain itu,Tri Mustika,18,warga Desa Karet; Lusi 16,warga Desa Penantian; dan Sandi bin Suratno, 4,warga Desa Talang Kijang.

Sementara, warga yang kritis dan masih dirawat di puskesmas terdekat, yakni Nasiyah binti Abdul Aziz, 25; Sutinah binti Sugiman, 3; Sri Wahyuni binti Selamat, 8; M Amelia binti Jayadi, 3; Bumiyati binti Suryadi, 18; Sukarti, 35; Sugiyatno, 20; Suhendri, 12; dan Lestari, 17.

Warga yang menjalani rawat jalan, yakni Paryono, 48; Buyung, 49; Yatmi, 41; Muhajin, 31; Fiky, 8; Devi, 1; Sugiyem, 38; Atun, 25; Murjan, 32; Suyadi, 40; dan Muhammad Din,38. Menurut Kapolres, Minggu (10/8) kemarin, sejumlah warga bergotong-royong membangun tenda di depan rumah Adis Sukendar, yang rencananya akan digunakan untuk acara khitanan anaknya pada Selasa (12/8) mendatang, dan sekitar pukul 12.00 WIB, tenda selesai dibangun.

Setelah itu, warga kemudian istirahat sambil menyantap makanan ringan yang disuguhkan tuan rumah, di antaranya pisang goreng dan minuman ringan, seperti kopi, teh manis,dan air putih. Satu jam seusai menyantap hidangan tersebut, para korban mengeluh pusing, mual, dan muntah, bahkan tak sedikit yang tak sadarkan diri.

Ironisnya, yang menjadi korban bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anakanak. Oleh warga sekitar, para korbankemudiandilarikanke Puskesmas Banding Agung. Namun malang, tujuh korban tidak tertolong. Mereka meninggal sesaat setelah mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis puskesmas.

Sementara belasan warga lainnya masih kritis. Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres OKU Selatan AKP Junaidi mengungkapkan, diduga insiden ini dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebab kuat dugaan, makanan yang disantap para korban menggandung racun, seperti putas dan lainnya.

“Sekarang kita masih tahap penyelidikan.Kecurigaan kami tentu ada alasannya. Kami akan tindak lanjuti. Tim reskrim kini sudah turun ke lapangan dan mengecek langsung,”katanya. Junaidi menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan siapa pelakunya dan di mana racun itu dicampurkan. Pihak kepolisian saat ini sedang mengambil sampel muntah para korban untuk diperiksa di laboratorium.

Sementara itu, tuan rumah Adis Sukendar,ketika dikonfirmasi SINDO enggan memberikan komentar karena pihaknya masih tidak percaya atas musibah yang dialaminya. “Saya mohon maaf belum dapat memberikan keterangan. Untuk lebih jelas, tanyakan kepada pihak kepolisian. Sebab,saya telah memberikan laporan atas kejadian tersebut,”ucap Adis.

Sementara itu, menurut saksi mata Murdiono,36,warga Desa Penantian,Kecamatan Banding Agung, pagi kemarin, dirinya datang ke rumah tetangga dengan maksud memenuhi hajatan.Sekitar pukul 13.00 WIB, beberapa tamu dan undangan dipersilakan menyantap hidangan.

“Menu hidangan tidak begitu banyak, tetapi memang ada menu gorengan seperti pisang goreng.Kebetulan saya tidak menyantap gorengan karena kondisi saya sedang batuk-batuk, jadi saya hanya minum teh manis,” katanya. Namun malang, bagi warga yang turut menyantap makanan, hanya berselang beberapa menit,beberapa korban langsung mengalami sesak napas dan muntah-muntah.

“Reaksi racun begitu cepat sehingga tak lama kemudian beberapa orang langsung mengeluarkan busa dari mulut, kejang-kejang, dan akhirnya meninggal dunia di lokasi. Ada juga yang meninggal di pos kesehatan,”paparnya. Wakil Bupati OKU Selatan H Wancik Rasyid yang mengetahui kabar tersebut langsung menuju lokasi.

Kepada SINDO, Wancik menjelaskan, pihaknya telah menurunkan tim kesehatan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. “Penyebab keracunan untuk sementara diduga berasal dari pisang goreng. Namun, makanan serta hasil muntahan warga yang keracunan telah diambil pihak kepolisian untuk diteliti lebih lanjut,”tutur dia.

Akibat banyaknya warga yang mengalami keracunan, pihaknya langsung menurunkan tim kesehatan ke lokasi, yang terdiri dari 4 orang dokter, 4 tenaga medis, dan obatobatan, serta sleeping bed. “Fasilitas di Puskesmas Banding Agung ini minim,sehingga tujuh warga tidak dapat tertolong dan dua warga lainnya terpaksa dilarikan ke RS Liwa, Lampung Barat.

Sementara, 13 orang lainnya masih menjalani perawatan secara insentif di puskesmas,” papar Wancik. Hingga sore kemarin, enam warga yang meninggal di puskesmas dan satu korban yang meninggal di RS Liwa telah dibawa keluarganya untuk dikebumikan hari ini di desa masing-masing. (ashariansyah/ m marzuki)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-selatan/tujuh-warga-tewas-keracunan-2.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: