AS Kecam Keras Rusia

AP/Vladimir Popov

Pasukan Rusia mengendarai kendaraan lapis baja dan helikopter militer sedang mendekat ke Desa Khurcha, Abkhazia, yang juga memisahkan diri dari Georgia, Minggu (10/8). Gempuran Rusia ke Georgia membangkitkan kemarahan AS, sekutu Georgia.

[WASHINGTON] Amerika Serikat (AS) mengecam keras tindakan Rusia yang membombardir Georgia menyusul bentrokan yang terjadi di Ossetia Selatan, Georgia.

Presiden AS George W Bush yang berada di Beijing, Tiongkok, Senin (11/8) mengkritik keras aksi militer Rusia yang dinilai merespons situasi dengan cara-cara yang tidak proporsional.

AS berupaya melancarkan kampanye untuk menekan Rusia menghentikan serangannya terhadap Georgia, terkait upaya Rusia untuk menguasai Provinsi Ossetia Selatan yang ingin memisahkan diri dari Georgia. “Saya menaruh perhatian yang mendalam terhadap serangan yang tidak proporsional dari Rusia dan karena itu kita sangat mengutuk serangan bom di luar Ossetia Selatan,” tandasnya.

AS menegaskan serangan terus-menerus dari Rusia akan menimbulkan konsekuensi serius bagi hubungannya dengan AS dan masyarakat internasional.

Wilayah Ossetia Selatan memisahkan diri dari Georgia pada awal 1990-an dan membangun hubungan yang erat dengan Rusia. Sementara itu, Georgia tetap merasa Ossetia Selatan sebagian bagiannya. Sebagian besar warga Ossetia Selatan yakin Amerika Serikat mendukung Georgia dalam pengerahan militer untuk menundukkan wilayah itu.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Dick Cheney mengatakan telah berbicara dengan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili, Minggu (10/8). “Wakil Presiden menyampaikan solidaritas AS terhadap warga Georgia dan pemerintahnya yang terpilih secara demokratis dalam menghadapi ancaman terhadap kesatuan dan kedaulatan wilayah,” kata Juru Bicara Cheney, Lee Ann McBride.

Di PBB, Duta Besar AS dan Rusia saling mengkritik keras. Duta Besar AS untuk PBB Zalmay Khalilzad menuduh Moskwa ingin mengganti rezim di Georgia dan menolak untuk menciptakan perdamaian di sana.

Dubes Rusia di PBB Vitali Churkin membalasnya dengan mengatakan telah terjadi pembicaraan telepon rahasia antara Menlu AS dan Rusia. “Perubahan rezim adalah ungkapan AS sendiri,” balas Churkin.

Rusia kembali menggempur pasukan Georgia baik dari udara maupun darat, Minggu, sekalipun Georgia telah menawarkan gencatan senjata dan berjanji akan menarik pasukannya dari Ossetia Selatan. Rusia mengatakan telah menghancurkan sebuah kapal Georgia yang ingin menyerang kapal Rusia di Laut Hitam. Pejabat Georgia menjelaskan Rusia mengirim tank-tanknya dari Ossetia Selatan menuju kota-kota utama Georgia sebelum akhirnya kembali ke Ossetia Selatan. [AP/N-3]

Last modified: 11/8/08

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/11/index.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: