Bom di Xinjiang, 11 Tewas

AP/Ng Han Guan

Seorang polisi mengangkat garis pengamanan guna memberi jalan mobil yang masuk ke lokasi bom di Kuqa, Provinsi Xinjiang, Tiongkok, Minggu (10/8).

[BEIJING] Sebelas orang tewas terkena bom dan bentrokan sengit antara polisi dan penyerang di Kota Kuqa, Xinjiang, daerah Barat Laut Tiongkok. Ini merupakan peristiwa kekerasan kedua yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Tentara telah diminta untuk mengamankan Kota Kuqa di Xinjiang, daerah yang dihuni mayoritas Muslim Tiongkok, yang ditengarai pemerintah terdapat sejumlah teroris yang ingin mengacaukan pelaksanaan Olimpiade. Kuqa berada sekitar 740 kilometer dari Urumqi, ibu kota Xinjiang, dan lebih dari 3.000 kilometer dari Beijing.

Pemerintah Tiongkok belum bisa mengidentifikasi penyerang tetapi pemerintah mengatakan target mereka adalah polisi dan pejabat pemerintah, supermarket dan hotel, serta beberapa aksi bunuh diri yang mereka lakukan saat bentrok dengan petugas keamanan.

Kantor berita Xinhua melaporkan sepuluh penyerang dan seorang aparat keamanan tewas. Bentrokan diawali dengan ledakan di Kantor Polisi Kuqa, yang menyebabkan seorang petugas keamanan tewas serta dua polisi dan dua warga sipil terluka. Polisi kemudian menembak mati delapan penyerang. Sedangkan, dua penyerang lainnya meledakkan diri dengan bom yang mereka bawa.

Sedikitnya 15 penyerang terlibat dalam bentrokan itu dan sebanyak 12 pipa gas meledak terkena bom. Polisi telah menangkap dua orang penyerang dan sedang mencari penyerang lainnya.

Disita

Lusinan bom yang belum meledak telah disita aparat keamanan. Pemerintah setempat menolak berkomentar namun seorang warga mengatakan militer dan polisi telah memblokade pusat Kota Kuqa yang dihuni sekitar 400.000 orang. “Jangan datang hari ini, pusat kota telah ditutup,” ujar seorang resepsionis Kuqa Hotel kepada AFP lewat telepon.

Ini merupakan kali kedua serangan yang mematikan dalam waktu kurang dari seminggu di Xinjiang, daerah yang berbatasan dengan Asia Tengah.

Dua tersangka dari militan menggunakan peledak dan pisau menyerang polisi yang selesai olahraga lari di Kashgar, Xinjiang 4 Agustus lalu yang menyebabkan 16 orang tewas dan 16 lainnya menderita luka-luka. Tiongkok menuduh serangan yang terjadi empat hari sebelum pembukaan Olimpiade itu dilakukan oleh separatis militan Islam Uighur.

Xinjiang dihuni sekitar 8,3 juta etnis Uighurs, yang sebagian besar marah terhadap tindakan Tiongkok yang terus menekan mereka. Tiongkok menuduh militan Uighur ingin melancarkan sejumlah aksi untuk mengacaukan pelaksanaan Olimpiade. Tiongkok sendiri telah meningkatkan penjagaan keamanan di Xinjiang maupun di Beijing. [AFP/N-3]


Last modified: 11/8/08

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/11/index.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: