Dunia Kecam Krisis Rusia-Georgia

Selasa, 12 Agustus 2008 | 06:03 WIB

BRUSSELS, SENIN-Sejak pecahnya krisis Rusia-Georgia pada pekan lalu, kecaman dunia internasional tidak berhenti. Namun, komunitas internasional juga berupaya membantu menyelesaikan krisis tersebut secara damai.

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jaap de Hoop Scheffer, Senin (11/8), menuding Rusia menggunakan kekuatan berlebihan dan melanggar wilayah Georgia dengan aksi militer di luar wilayah Ossetia Selatan.

“(Scheffer) sangat prihatin dengan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional oleh Rusia dan tidak adanya penghormatan atas integritas wilayah Georgia,” kata juru bicara NATO, Carmen Romero.

Menteri Luar Negeri Georgia Ekaterine Tkeshelashvili akan bertemu dengan perwakilan NATO di Brussels, Selasa ini, untuk mendiskusikan krisis di wilayah Kaukasus itu. NATO menyatakan akan mendukung upaya mediasi, tetapi tidak mengeluarkan mandat untuk berperan langsung dalam konflik di Kaukasus.

Para pemimpin NATO, April lalu, menyatakan bahwa suatu saat nanti Georgia akan menjadi bagian dari NATO. Pernyataan itu memicu kemarahan Rusia yang menuding Barat terus “merebut” negara-negara bekas Uni Soviet ke dalam pengaruhnya.

Inggris dan Amerika Serikat sama-sama mendukung sekutu mereka, Georgia, dan mengecam tindakan Rusia. Menlu Inggris David Miliband, Senin, mengecam Moskwa karena mengebom target yang jauh di luar Ossetia Selatan.

Presiden AS George W Bush juga mengecam serangan militer Rusia terhadap Georgia. Bush, yang tengah berada di China, mengatakan, kekerasan di Ossetia Selatan tidak bisa diterima dan menuding pengeboman oleh pasukan Rusia tidak proporsional.

“Saya katakan bahwa kekerasan itu tidak bisa diterima. Saya berharap (konflik) bisa diselesaikan secara damai,” kata Bush. Dia mengungkapkan bahwa dia berkomentar cukup keras saat bertemu dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin saat pembukaan Olimpiade Beijing di China, Jumat pekan lalu.

Upaya mediasi

Para menlu Uni Eropa akan menggelar pertemuan darurat, Rabu besok, soal Ossetia Selatan. Agenda pertemuan adalah mendengar laporan dari Menlu Perancis Bernard Kouchner yang tengah berada di Georgia untuk mengupayakan mediasi.

Kouchner telah bertemu dengan Presiden Georgia Mikhail Saakashvili dan menuju Moskwa, Senin malam. Kouchner mengusulkan rencana untuk mengakhiri konflik antara Georgia dan Rusia soal Ossetia Selatan melalui gencatan senjata segera, penarikan pasukan ke posisi sebelum 6 Agustus atau sebelum Georgia menyerbu Ossetia Selatan, dan penghormatan atas integritas teritorial Georgia.

Menlu Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan bahwa Uni Eropa bisa memainkan peran stabilisasi di wilayah tersebut. Polandia dan negara-negara Balkan mengecam Rusia atas “agresi” terhadap Georgia.

Para menlu negara-negara G-7 mendesak Rusia untuk menerima usulan gencatan senjata. Pihak Georgia telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata, Senin.

Namun, PM Italia Silvio Berlusconi, sekutu dekat Putin, mengatakan bahwa Italia memihak Rusia. Dia juga menegaskan, sulit untuk bisa menciptakan sentimen anti-Rusia di Eropa. (AP/FRO)

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/12/06033828/dunia.kecam.krisis.rusia-georgia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: