Hujan Bom di Jumpa Pers Presiden

[ Selasa, 12 Agustus 2008 ]

TBILISI – Rusia tidak menggubris tawaran gencatan senjata dari Presiden Georgia Mikhail Saakashvili. Bahkan jet-jet negara pecahan terbesar Uni Soviet itu terus membombardir kota-kota penting negeri tetangganya itu.

Tak pandang bulu, sasaran sipil dan militer dijadikan target. Bahkan Presiden Georgia yang sedang berkunjung ke Kota Gori harus dilarikan pengawalnya karena hampir menjadi sasaran bom kemarin.

Wartawan Associated Press yang berada di lokasi kejadian menceritakan, saat itu Presiden Saakashvili sedang memberikan keterangan pers di samping mobil SUV yang dikendarainya. Tiba-tiba jet-jet tempur rusia melintas di langit dengan suara menderu-deru sambil melepas bom.

Khawatir pemimpinnya jadi korban, para bodyguard langsung membubarkan jumpa pers. “Amankan dia!” teriak salah satu pengawal. Dalam sekejap, lima pengawal presiden dengan sigap langsung mengelilingi Saakashvili sambil menekannya agar tiarap di tanah. Salah satu pengawal menutupkan jaket antipeluru di atas kepala presiden. Setelah suara jet rusia menjauh, para pengawal segera melarikan presiden ke suatu tempat. Tak lama kemudian, pejabat kepresidenan mengkorfirmasi Saakashvili dalam kondisi selamat tanpa cidera di tempat perlindungan.

Di bagian lain, kendaraan-kendaran tempur Rusia terus merangsek masuk dan menduduki satu per satu wilayah negeri tetangganya itu. Menjelang tengah malam tadi, tentara Rusia telah menginvasi Provinsi Abkhazia dan mengepung markas militer wilayah di sebelah barat Georgia itu. Pasukan infanteri Rusia juga telah menguasai markas militer Georgia di Senaki dan Zugdidi dan menguasai markas polisi.

Sebelumnya pesawat-pesawat tempur Rusia telah mengebom radar-radar di bandara Tbilisi, ibu kota Georgia. Akibat pengeboman itu, maskapai penerbangan Austria, Azerbaijan dan Turki menghentikan penerbangannya.

Sementara itu pesawat pemerintah Polandia yang membawa 95 orang yang diungsikan dari Georgia tiba di Warsawa. Di antara yang dievakuasi adalah warga Polandia, orang-orang yang berasal dari Polandia, dan delapan warga Czechnya.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner berencana akan mengunjungi kota Georgia, Gori, untuk membezuk para korban perang Georgia-Rusia.

Konflik Rusia dan Georgia bermulai dari Provinsi Ossetia Selatan melepaskan diri dari kontrol Georgia di tahun 1992. Saat itu Rusia memberikan paspor pada penduduknya dan membujuk pemimpin separatis setempat untuk bergabung dengan Rusia. Sementara Georgia, yang tentaranya dilatih tentara AS, mulai berusaha mendapatkan kembali kendali atas Ossetia Selatan.(AP/AFP/kim)

http://www.jawapos.co.id/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: