Ibu Kadisdik Meninggal, Tersangka Lain Stroke

Selasa, 12 Agustus 2008, Keluarga Trsangka Kasus DAK Ramai-ramai ke Kejari

Amlapura (Bali Post)
Keluarga tersangka korupsi dana alokasi khusus (DAK), Senin (11/8) kemarin, beramai-ramai mendatangi Kejari Amlapura. Didampingi pengacara para tersangka M. Hidayat Permana, S.H., mereka mengajukan penangguhan penahanan tersangka. Selain itu, mereka juga menjenguk para tersangka di LP Karangasem. Tanpa dapat dibendung, mereka langsung saling rangkul dan berpelukan disertai isak tangis sehingga membuat susana LP menjadi haru.

Menurut informasi, ibu tersangka Kadisdik Karangasem Drs. I Wayan Wirta meninggal Jumat (8/8) lalu, sehari setelah Wirta dimasukkan ke LP Karangasem. Dia diduga shock mendengar anaknya, Wirta, menjadi tersangka dan dijebloskan ke LP. Sementara salah seorang tersangka KUPTD Manggis, Made Sudiasa, menurut sumber di LP Karangasem, langsung stroke dua hari setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Amlapura. “Saat kami membawa surat panggilan untuk diperiksa di Kejari, ternyata keluarganya mengatakan tersangka jatuh sakit stroke,” ujar seorang pegawai Kejari.

Pengacara para tersangka, Hidayat, mengatakan ada banyak alasan kliennya mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Alasan hukum sesuai pasal 31 ayat 1 KUHAP, tiap tersangka boleh mengajukan penahanan pada tiap tingkat pemeriksaan. Selain alasan itu, tersangka yang kebetulan pejabat di lingkungan Disdik Karangasem juga sangat diperlukan tenaganya dalam pelayanan masyarakat, seperti untuk menandatangani surat perintah membayar uang (SPMU) atau yang sejenis, legalisasi ijazah serta mengurus pencairan gaji dan tunjangan-tunjangan.

Namun, Kajari Amlapura Sumarsono, S.H., M.H. mengatakan mengajukan penangguhan penahanan merupakan hak tersangka. Namun, perintah Jaksa Agung baginya harus dijalankan. Kalau Kajari sudah menandatangani surat penahanan maka yang berwenang menangguhkan penahanan hanya Jaksa Agung.

Seperti diberitakan sebelumnya, 11 pejabat dan mantan pejabat di lingkungan Disdik Karangasem ditetapkan sebagai tersangka korupsi DAK tahun 2007. Sembilan tersangka dijebloskan ke LP Karangasem yakni Kadisdik Wayan Wirta, Kepala Bidang Perencanaan, Pelaporan dan Sarana Prasana (P2SP) Drs. Made Darta, serta tujuh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (KUPTD) dan mantan KUPTD Pendidikan. KUPTD Manggis Made Sudiasa tak ditahan karena sakit, sementara Kasi Sarana dan Prasarna IGL Taman juga tak ditahan karena dinilai kooperatif oleh pihak Kejari. Sembilan yang ditahan dinilai memberikan keterangan berbelit-belit di depan jaksa penyisik.

Para tersangka diduga menikmati Rp 206,5 juta uang negara, sehingga negara rugi sebesar itu. Dana itu berasal dari pemotongan masing-masing Rp 5 juta dari 59 proyek yang besar anggarannya bervariasi. Pemotongan dana itu disetor para kepala sekolah penerima proyek DAK dan dikumpulkan delapan KPUTD. KUPTD menyetor potongan DAK itu kepada IGL Taman, diduga atas perintah Kadisdik dan Kabid P2SP Made Darta.

Kajati Bali I Dewa Putu Alit Adnyana, S.H. Senin kemarin, juga datang ke Kejari Amlapura. Kajari Sumarsono tak mau menyampaikan, dalam rangka apa Kajati Bali itu ke Kejari Amlapura. (013)

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=2&id=3380

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: