Perayaan Hari Pribumi di Wamena, Satu Tewas Tertembak

SP/Robert Isidorus Vanwi

Opinus Tabuni, korban yang tertembak saat mengikuti Perayaan Hari Pribumi Internasional di Wamena, Papua, Sabtu (9/8). Pada perayaan ini massa mengibarkan Bendera Merah Putih, Perserikatan Bangsa-Bangsa, SOS, dan Bintang Kejora.

[JAYAPURA] Perayaan Hari Internasional Bangsa Pribumi Sedunia yang diselengarakan Dewan Adat Papua (DAP), di Lapangan Sinapuk Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (9/8) ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih, Bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Bendera SOS, dan Bendera Bintang Kejora, sekitar pukul 14.15 WIT menyebabkan ketegangan antara warga dan aparat keamanan.

Akibatnya, seorang warga bernama Otinus Tabuni tertembak saat aparat kepolisian Polres Jayawijaya menurunkan bendera Bintang Kejora dan mendapat perlawanan dari massa. Hanya saja, siapa pelaku penembakan terhadap korban, hingga saat ini belum diketahui. Aparat kepolisian masih berupaya menyelidiki kasus tersebut.

Sementara itu, pihak Polres Jayawijaya telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang melakukan pengamanan, termasuk 11 anggota yang telah diperiksa, dengan meminta keterangan masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut.

Saat dihubungi SP, Senin (11/8) Kapolres Abdul Azis menuturkan, menaikkan bendera bintang kejora sudah perbuatan makar, bahkan perayaan hari internasional bangsa pribumi sedunia itu tanpa izin dari aparat setempat.

Pengibaran bendera Bintang Kejora dalam acara perayaan hari internasional bangsa pribumi sedunia itu di luar agenda yang sudah direncanakan. “Pengibaran bendera Bintang Kejora itu pada awalnya tak ada dalam jadwal acara, namun tiba-tiba ada beberapa oknum yang mengibarkannya, dan petugas wajib menurunkan bendera itu,” ujarnya.

Proses Hukum

Dikatakan, proses hukum tetap jalan dan akan diselidiki lebih mendalam oleh petugas, terutama bagi orang yang mendukung pelaku pengibaran bendera tersebut. Polisi sudah mengetahui para pelaku pengibaran bendera Bintang Kejora. Mereka berinisial AW dan AH yang bermukim di Wamena.

Selain itu, diketahui dari para tokoh-tokoh yang menghadiri perayaan tersebut merupakan orang-orang yang pernah terlibat pada peristiwa Wamena berdarah pada tahun 2000. Ini diketahui lewat rekaman yang dimiliki pihak keamanan yang memantau perayaan tersebut.

Sementara itu, Ketua DAP yang diwakili Forkorus Yaboisembut merasa kecolongan dan sangat menyesalkan dengan pengibaran bendera Bintang Kejora yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang dilakukan pihak ketiga yang sengaja memanfaatkan situasi. Situasi Kota Wamena, Senin pagi sudah aman dan kondusif. Masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa. [154]

Last modified: 10/8/08

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/11/index.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: