Misteri Kematian 14 Bocah Argentina Pasca Vaksin Produk Inggris

[ Minggu, 17 Agustus 2008 ]

Rekrutmen Relawan Uji Coba Dinilai Serampangan

Sebagian orang tua di Argentina yang memberikan vaksin synflorix bagi buah hati mereka, kini dihantui cemas menyusul meninggalnya 14 bocah setelah pemberian vaksin sejenis. Diduga kematian mereka ada hubungannya dengan suntikan kekebalan produksi Glaxo-SmithKline, Inggris.

Kisah ini berawal ketika anak-anak yang masih berusia belia ini menjadi percobaan pengobatan secara klinis dengan menggunakan vaksin synflorix. Vaksin ini sesungguhnya masih dalam tahap eksperimen.

Pihak Glaxo-SmithKline menyatakan bahwa vaksin yang mereka miliki mampu menyembuhkan pneumonia, infeksi telinga dan beberapa penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri pneumococcus. Bakteri ini bisa menyerang siapa saja, namun yang paling berisiko adalah orang di atas usia 65 tahun atau anak-anak yang masih muda. Biasanya, bakteri ini menyerang paru-paru.

Dengan alasan pengembangan vaksin dan menolong anak-anak yang mungkin akan terserang pneumonia (radang paru), perusahaan Glaxo-SmithKline mulai merekrut sukarelawan. Mayoritas dari sukarelawan ini adalah bayi-bayi. Hal ini dikarenakan pneumonia yang lebih sering menyerang anak-anak.

Begitu kasus ini muncul ke permukaan, Departeman Pangan, Obat-obatan dan Teknologi Medis Argentina menyelidikinya. Glaxo-SmithKline pun menepis rumor yang beredar. Mereka merasa tidak ada yang salah dengan vaksin yang diproduksi perusahaannya. Tuduhan itu dikatakan sama sekali tidak berdasar.

”Perusahaan sama sekali tidak yakin bahwa kematian mereka ada hubungannya dengan vaksin kami,” ujar juru bicara Glaxo-SmithKline, Sarah Alspach. ”Vaksin ini sebelumnya telah dites di Panama, Chile dan beberapa negara Eropa lain,” tambahnya. Sayangnya, kenyataan bahwa vaksin ini tidak dites di negara asal perusahaan ini, yaitu Inggris, menimbulkan kecurigaan tersendiri.

Menanggapi hal ini, Alspach beralasan bahwa penyakit pneumonia adalah pembunuh nomor satu di negara-negara berkembang, bukan di negara maju. Ia menambahkan bahwa radang paru-paru itu telah menyebabkan lebih dari 2 juta kematian pada anak-anak di bawah 5 tahun. Menurut data yang dimiliki perusahaannya, angka kematian setelah percobaan ini lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata tingkat kematian bayi akibat pneumonia tanpa pemberian vaksin di Argentina, Panama dan Chile.

Alspach menambahkan bahwa perusahaannya telah melakukan uji klinis lebih dari 40 kali terhadap vaksin synflorix di seluruh dunia. Data dari penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman seaman Wyeth’s Prevnar, vaksin pneumonia yang lebih dulu digunakan.

Ia menyatakan bahwa beberapa waktu lalu dewan independen yang bertugas mengawasi keselamatan sukarelawan merekomendasikan agar percobaan penggunaan vaksin synflorix di Amerika Latin dihentikan untuk sementara. Tapi entah karena alasan apa, mereka kemudian memberikan izin untuk melakukan percobaan lagi.

”Kami percaya dengan pandangan mereka tentang keselamatan. Keselamatan adalah perhatian utama kami,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa perusahaannya berencana untuk melakukan percobaan ini pada 24.000 bayi. Sampai saat ini, telah ada 19.000 bayi yang telah menggunakan vaksin keluaran perusahaannya. Setidaknya, mereka telah menggunakan 1 dosis vaksin synflorix yang diberikan oleh perusahaannya.

Awalnya, perusahan ini masih terus melakukan rekrutmen sukarelawan. Namun, petugas Departemen Obat dan Makanan Argentina menerima beberapa komplain tentang ketidakberesan pada proses perekrutan sukarelawan.

”Saya telah menyaksikan managemen perekrutan pasien yang sangat buruk dan sukarelawan sama sekali tidak menyadari bahwa mereka diberikan obat yang masih dalam tahap eksperimen,” ujar Ana Maria Marchesse, salah satu kepala bagian Departemen Obat-obatan dan Makanan.(Time Magazine/sha/ami)

http://www.jawapos.co.id/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: